Uninterruptible Power Supply (UPS) atau dalam bahasa Indonesia daya tak terputus atau sumber daya tak terputus, adalah peralatan listrik yang menyediakan daya darurat ke beban ketika sumber daya input atau daya listrik mati atau padam.

UPS berbeda dari sistem tenaga tambahan atau darurat atau generator siaga karena akan memberikan perlindungan yang hampir seketika dari gangguan daya input dengan memasok energi yang disimpan dalam baterai, superkapasitor, atau fly wheels.

Waktu kerja pada baterai dari sebagian besar sumber daya yang tidak pernah terputus relatif singkat (hanya beberapa menit) tetapi cukup untuk memulai sumber daya siaga atau mematikan peralatan yang dilindungi dengan benar. Ini adalah jenis sistem tenaga berkelanjutan.

Ukuran unit UPS beragam, mulai dari unit yang dirancang untuk melindungi satu komputer tanpa monitor video (peringkat sekitar 200 volt-ampere) hingga unit besar yang memberi daya pada seluruh pusat data atau gedung.

Terdapat UPS terbesar di dunia, Battery Electric Storage System (BESS) 46-megawatt, di Fairbanks, Alaska yang dapat menggerakkan seluruh kota dan komunitas pedesaan terdekat selama pemadaman. Peran utama dari setiap UPS adalah menyediakan daya jangka pendek ketika suplay sumber daya listrik gagal.

Sebagian besar unit UPS juga mampu dalam berbagai tingkat untuk memperbaiki masalah listrik umum, diantaranya :

  • Lonjakan tegangan atau tegangan berlebih yang berkelanjutan dan penurunan tegangan input sesaat atau berkelanjutan (ini juga menjadi masalah dibanya wilayah di negara kita).
  • Voltage Sag Noise, yang didefinisikan sebagai transien atau osilasi frekuensi tinggi, biasanya disuntikkan ke dalam saluran oleh peralatan di dekatnya yang mengakibatkan ketidakstabilan frekuensi listrik.
  • Distorsi harmonik, didefinisikan sebagai penyimpangan dari bentuk gelombang sinusoidal ideal yang diharapkan pada telepon.