Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya sejak 1 Juli 2019 memberlakukan tilang elektronik dengan menggunakan teknologi kamera CCTV. Aturan Tilang elektronik ini diberi nama Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE). Semenjak diberlakukan, teknologi tersebut sudah memblokir ratusan STNK kendaraan bermotor roda empat dan ratusan pelanggar lainnya yang mendapatkan putusan atau vonis dari pengadilan.Anda tentu ingin tahu CCTV seperti apa yang digunakan Ditlantas Polda Metro Jaya dalam memperlakukan tilang elektronik ini. Teknologi yang digunakan untuk mendeteksi plat nomor kendaraan adalah teknologi ANPR (Automatic Number Plate Recognition). Teknologi ini bekerja pada kamera dan perangkat lunak yang secara otomatis akan menangkap plat nomor kendaraan khususnya mobil secara real time. CCTV yang digunakan oleh Polda Metro Jaya mampu mendeteksi plat nomor kendaraan yang berjalan hingga kecepatan 80 kilometer per jam. Bahkan teknologi ini diklaim bisa mengenali 250 merek kendaraan dan 8 jenis tipe kendaraan.

Ditlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf mengatakan, ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) sebagai sistem penegakan hukum di bidang lalu lintas cukup efektif dan efisien, karena berbasis pada teknologi kamera ANPR (Automatic Number Plate Recognition). Kamera ANPR dapat mendeteksi Plat Nomor Kendaraan Bermotor secara otomatis, merekamnya, dan kemudian menyimpannya sebagai bukti pelanggaran.Kamera-kamera CCTV ini dipasang pada Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) dan pada persimpangan jalan. Hasil tangkapan gambar akan langsung terpantau di Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya. Di TMC inil akan ada petugas yang menganalisis dan menilai tangkapan gambar tersebut apakah betul terjadi pelanggaran atau tidak. Kalau memang ada pelanggaran, pasal apa yang dikenakan.Mengenai harga perangkat kamera CCTV untuk tilang elektronik tersebut cukup mahal. Harga satu unit CCTV beserta bracket dan aksesoris pendukung lainnya, bisa lebih dari 40 juta rupiah. Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya mengatakan, CCTV ini memiliki fitur tambahan yang canggih, karena mampu melihat dalam mobil, walau mobil itu menggunakan kaca film yang gelap dan juga pada kondisi di malam hari. Dengan teknologi ini aturan ganjil genap, pelanggaran penggunaan telepon genggam saat berkendara dan tidak memakai sabuk pengaman bisa ditangkap oleh kamera ANPR ini.